IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TENTANG RASKIN DI KELURAHAN MALEBER KECAMATAN ANDIR KOTA BANDUNG (Studi Kasus di RW: 006 Kelurahan Maleber Kecamatan Andir Kota Bandung) IMPLEMENTATION OF POLICY ABOUT RASKIN IN THE KELURAHAN MALEBER OF KECAMATAN ANDIR KOTA BANDUNG (Case Study at RW: 006 Kelurahan Maleber Kecamatan Andir Bandung)

DODI MOCHAMAD ROMDON, NPM: 158010012 (2017) IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TENTANG RASKIN DI KELURAHAN MALEBER KECAMATAN ANDIR KOTA BANDUNG (Studi Kasus di RW: 006 Kelurahan Maleber Kecamatan Andir Kota Bandung) IMPLEMENTATION OF POLICY ABOUT RASKIN IN THE KELURAHAN MALEBER OF KECAMATAN ANDIR KOTA BANDUNG (Case Study at RW: 006 Kelurahan Maleber Kecamatan Andir Bandung). Thesis(S2) thesis, Unpas.

[img] Text
JURNAL.doc

Download (303kB)

Abstract

Presiden Nomor 8 tahun 2008 tentang Kebijakan Perberasan mengintruksikan Menteri dan Kepala Lembaga Pemerintah Non Departemen tertentu, serta Gubernur dan Bupati/Walikota seluruh Indonesia untuk melakukan upaya peningkatan pendapatan petani, ketahanan pangan, pengembangan ekonomi pedesaan serta stabilitas ekonomi nasional. Seperti halnya di Kota Bandung, dalam upaya ketahanan pangan tersebut terdapat Peraturan Walikota Bandung No. 139 Tahun 2016 yang mengatur belanja subsidi kepada perusahaan umum Badan Urusan Logostik (BULOG) atau yang sering disebut program Raskin. Beras Miskin (Raskin) adalah salah satu program pemerintah untuk membantu masyarakat yang miskin dan rawan pangan, agar mereka mendapatkan beras untuk kebutuhan rumah tangganya. Program raskin tersebut merupakan salah satu program penanggulangan kemiskinan termasuk dalam Kluster I tentang Bantuan dan Perlindungan Sosial. Program tersebut merupakan sebuah upaya untuk mengurangi beban pengeluaran dari rumah tangga-rumah tangga miskin sebagai sebuah bentuk dukungan dalam meningkatkan ketahanan pangan dengan memberikan perlindungan sosial kepada rumah tangga-rumah tangga miskin melalui distribusi beras gratis dengan jumlah maksimal 15 kg/rumah tangga miskin/bulan. Berkenaan hal diatas, peneliti terdorong untuk melakukan penelitian mengenai implementasi kebijakan raskin di Kelurahan Maleber tersebut. Maka, peneliti mengambil judul penelitian Implementasi Kebijakan Raskin Gratis di Kelurahan Maleber Kecamatan Andir Kota Bandung. Penelitian mengenai Implementasi Kebijakan Raskin Gratis di Kelurahan Maleber Kecamatan Andir Kota Bandung terbatas pada teori mengenai implementasi kebijakan jika dilihat dengan teori Edward III. Teori Edward III terbagi menjadi 3 indikator yaitu KOmuikasi, Sumber Daya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi. Batasan selanjutnya adalah penelitian ini fokus pada bidang kajian implementasi kebijakan publik yang dilakukan oleh Kelurahan Maleber Kecamatan Andir dalam implementasi kebijakan raskin gratis. Lokus atau tempat/wilayah yang diambil oleh peneliti untuk penelitian di atas adalah RW 006 Kelurahan Maleber Kecamatan Andir Kota Bandung. Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif, yaitu dengan tujuan agar peneliti dapat menggambarkan fenomena dan fakta yang terjadi dalam implementasi kebijakan raskin gratis. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis data yang digunakan dibagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif maka pada penelitian ini hanya menggunakan informan sebagai sumber data penelitian, sehingga untuk memperoleh data yang dibutuhkan secara jelas, mendetail, akurat dan terpercaya hanya bias diperoleh melalui informan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan melakukan studi dokumentasi. Narasumber atau informan yang akan diwawancarai oleh peneliti adalah Lurah Maleber Kecamatan Andir, Pegawai Kelurahan Maleber, Ketua RW, dan Masyarakat. Kesimpulan hasil penelitian adalah: Pertama, Adanya enam titik kritis dalam proses pelaksanaan Program Raskin yang diakui pemerintah. Kedua, kesimpulan dari kelebihan program raskin ini, warga menikmati banyak manfaat yang dirasakan. Manfaat yang warga rasakan antara lain terbantu dalam pemenuhan kebutuhan pangan pokok berupa beras untuk jangka waktu minimal satu minggu. Selanjutnya, kekurangan program ini adalah masalah pengaduan yang optimal dilaksanakan. Hal ini menghambat warga yang akan mengadukan permasalahan raskin kepada pihak pemerintah.

Item Type: Thesis (Thesis(S2))
Subjects: RESEARCH REPORT
Divisions: Pascasarjana > S2-Administrasi dan Kebijakan Publik 2017
Depositing User: Mrs Lusiawati
Date Deposited: 18 Jul 2017 07:36
Last Modified: 18 Jul 2017 07:36
URI: http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/28346

Actions (login required)

View Item View Item