MODEL PENGEMBANGAN KOMPETENSI INTI INDUSTRI DAERAH (KIID) DENGAN PENDEKATAN LOGIKA FUZZY DI KABUPATEN KEPULAUAN SULA PROVINSI MALUKU UTARA

Akhmad Sutoni, NPM. 148030016 (2017) MODEL PENGEMBANGAN KOMPETENSI INTI INDUSTRI DAERAH (KIID) DENGAN PENDEKATAN LOGIKA FUZZY DI KABUPATEN KEPULAUAN SULA PROVINSI MALUKU UTARA. Thesis(S2) thesis, UNPAS.

[img]
Preview
Text
JURNAL TESIS.pdf

Download (887kB) | Preview

Abstract

Kompetensi Inti Industri Daerah merupakan kemampuan utama (tingkat kemampuan sumber daya manusia, tingkat peranan dan kemampuan kelembagaan daerah, tingkat penguasaan teknologi, tingkat kemampuan infrastruktur, tingkat kemampuan pengolahan bahan baku, tingkat akses pemasaran, tingkat proses produksi, tingkat kemampuan pembiayaan, dll) yang dimiliki oleh daerah (kabupaten/ kota) yang mempunyai keunggulan strategis dalam kegiatan industri untuk pengolahan bahan baku menjadi barang jadi, serta kegiatan pendukung yang terkait meliputi akses potensial, keunikan, dan mempunyai nilai tambah yang tinggi, yang mendorong terjadinya proses industrialisasi pada tahapan pengolahan produk lanjut untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing daerah. Sektor Industri merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam pembangunan nasional.Pengembangan kompetensi inti industri daerah tidak terlepas dari kerangka pembangunan daerah.Sehingga, tujuan pengembangan kompetensi inti industri dalam hal ini berupa peningkatan daya saing daerah sejalan dengan tujuan pembangunan daerah itu sendiri, yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat.Untuk membangun daya saing daerah diperlukan penciptaan kompetensi inti industri bagi daerah tersebut.Hal ini diperlukan agar seluruh sumber daya dan kemampuan yang dimiliki oleh daerah tersebut dapat terfokus pada upaya untuk menciptakan kompetensi inti industri.Kabupaten Kepulauan Sula memiliki sumber daya alam yang cukup besar.Namun sampai dengan saat ini belum dapat dikelola secara optimal karena selain teknologi yang belum mendukung, juga sarana penunjang ekonomi belum memadai. Untuk mengembangkan kompetensi inti industri di kabupaten Kepulauan Sula maka harus dilakukan asesmen , menentukan kriteria-kriteria, dan melakukan startegi implementasi Kompetensi Inti Industri Daerah (KIID). Asesmen dilakukan dengan menggunakan analisis data, interview, quesioner, dan perhitungan LQ.Penentuan KIID dengan menggunakan pendekatan metode Logika Fuzzy dengan bantuan software MATLAB 7.8.0.Dengan menggunakan pendekatan Metode Logika Fuzzy maka KIID terpilih yaitu produk olahan Kelapa (Kopra), dengan nilai Fuzzi 3,77 (skala Likert 1-5). Kata kunci : Kompetensi Inti Industri Daerah (KIID), Daya Saing Industri, Fuzzy

Item Type: Thesis (Thesis(S2))
Subjects: RESEARCH REPORT
Divisions: Pascasarjana > S2-Teknik Industri 2017
Depositing User: Mrs Lusiawati
Date Deposited: 15 May 2017 04:14
Last Modified: 15 May 2017 04:14
URI: http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/27284

Actions (login required)

View Item View Item