KEDUDUKAN ANAK SEBAGAI AHLI WARIS YANG DILAHIRKAN OLEH WANITA HAMIL DALAM PERKAWINAN DENGAN LAKI-LAKI YANG BUKAN PENYEBAB KEHAMILAN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM

Tatang Hermawan, NPM 111000362 (2015) KEDUDUKAN ANAK SEBAGAI AHLI WARIS YANG DILAHIRKAN OLEH WANITA HAMIL DALAM PERKAWINAN DENGAN LAKI-LAKI YANG BUKAN PENYEBAB KEHAMILAN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM. Skripsi(S1) thesis, FAKULTAS HUKUM.

[img]
Preview
Text
BAB I no.pdf

Download (7kB) | Preview
[img] Text
BAB II 26 no.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (143kB)
[img] Text
BAB III 61 no.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (85kB)
[img] Text
BAB IV 78 no.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (86kB)
[img] Text
BAB V no.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (86kB)
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI print inget.pdf

Download (93kB) | Preview
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA - print ulang.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (243kB)
[img]
Preview
Text
KATA PENGANTAR (2).pdf

Download (144kB) | Preview
[img] Text
lembar pengesahan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (248kB)
[img] Text
cover.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (22kB)

Abstract

Tuhan menciptakan manusia terdiri dari dua jenis, yaitu pria dan wanita. Dalam kehidupannya, manusia sebagai mahluk sosial tidak bisa hidup sendiri. Oleh karena itu manusia selalu membutuhkan orang lain, begitu pula dalam konteks hubungan antara pria dan wanita. Kedua jenis manusia ini akan saling membutuhkan untuk mempertahankan garis keturunannya. Hal ini ditegaskan dalam Undang – Undang Perkawinan Nomor 1 tahun 1974 yaitu ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang berbahagia dan kekal berdasarkan ketuhanan Yang Maha Esa. Islam memandang perkawinan mempunyai nilai-nilai keagamaan sebagai wujud ibadah kepada Allah SWT, dan mengikuti sunnah Nabi. Dewasa ini banyak perkawinan dilakukan oleh wanita yang hamil diluar perkawinan dengan tujuan menutupi aib dan untuk memberikan perlindungan hukum yang pasti kepada anak yang dilahirkannya. Sehingga wanita yang hamil tersebut menikah dengan laki-laki baik yang bukan penyebab kehamilannya, maka yang dirugikan adalah anak yang dilahirkan wanita tersebut karena status kedudukan anak tersebut tidak mendapatkan hak selayaknya seorang anak. Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut Untuk mengkaji dan menganalisis mengenai syarat sahnya perkawinan wanita hamil menurut Undang – Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam, Untuk mengkaji dan menganalisis mengenai bagaimana sah tidaknya anak dalam perkawinan wanita hamil, dan Untuk mengkaji dan menganalisis mengenai bagaimana upaya penyelesaian ahli waris anak yang dilahirkan oleh wanita hamil dalam perkawinan dengan laki-laki yang bukan penyebab kehamilannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif analitis, dengan pendekatan yuridis normatif. Tahap penelitian yang digunakan berupa studi kepustakaan dan studi lapangan, teknik pengumpulan data dengan cara dokumentasi dan wawancara dengan pihak-pihak yang terkait dengan skripsi ini, setelah diperoleh data untuk menunjang penulisan skripsi ini maka dilakukan metode analisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan yang penulis uraiakan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan yaitu perkawinan wanita hamil sah menurut Undang-undang Perkawina dan kompilasi Hukum Islam, anak dalam perkawinan wanita hamil adalah anak yang sah, kemudian upaya dalam penyelesaian ahli waris anak yang dilahirkan oleh wanita hamil dalam perkawinan dengan laki-laki yang bukan penyebab kehamilannya bisa dengan cara musyawarah mufakat dengan keluarga, pemberian wasiat dan hibah, atau mengajukan permohonan penetapan ke Pengadilan Negeri bagi yang non-muslim dan Pengadilan Agama bagi yang muslim. Kata Kunci : Perkawinan, Perkawinan wanita hamil, Ahli waris. God made man consisting of two species of , the men and women. In his life , man as social creature ca not live own. Hence people are need another man, as well as in the context of the relationship between men and women . Both types of man this will need to maintain the family line . Stated in marriage act number 1 year 1974 marriage is the between a man with a woman husband and wife with the aim of forming family ( households ).. Islam see marriage have religious values as a form of worship to God , Today many a marriage performed by pregnant woman out marriage with the aim of cover disgrace and to provide protection definite law with the child that she had given birth to, So that woman who is pregnant the married with men both rather than causes of her pregnancy, Because status sons was not earned the right should a child . Based on the explanation about, the writer is going to analyze the term of The validity of the marriage pregnant woman according to the Law number 1 year 1974 about the marriages and compiling islamic law , How valid whereabouts of children in marriage pregnant woman, and how the effort to heirs children born by a pregnant woman In marriage with the male who is not the cause of her pregnancy. Methods used in this study that is using descriptive analytical method, with the approach juridical normative. Research phase of literature study and field study, engineering data collection by means of the study documentation and interviews with the parties concerned with a discussed in skripsi this, Having acquired data to support skripsi this report then done the method of analysis data in a qualitative normative. Based on the research , it can be concluded this is Marriage pregnant woman legal according to the marriage law and compiling islamic law, Children in marriage marriage pregnant woman is a legal, then the effort to heirs children born by a pregnant woman In marriage with the male who is not the cause of her pregnancy Can with a deliberative manner consensus with family , The provision of Probate and grants , Or submit an application to the court determination of the country for the non-moslim And religious courts for moslim. Keyword : Marriage, Marriage pregnant woman, heirs.

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum 2011
Depositing User: Ramadhan S -
Date Deposited: 17 Mar 2016 01:09
Last Modified: 17 Mar 2016 03:05
URI: http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/251

Actions (login required)

View Item View Item