KAJI EKSPERIMENTAL PENGARUH PERBANDINGAN JARAK NOSEL DENGAN KONDENSOR TERHADAP LAJU KONDENSASI PADA PROSES FLASHING

FACHRUL ROZI, 113030120 and Hery Sonawan, DS and Toto Supriyono, DS (2016) KAJI EKSPERIMENTAL PENGARUH PERBANDINGAN JARAK NOSEL DENGAN KONDENSOR TERHADAP LAJU KONDENSASI PADA PROSES FLASHING. Skripsi(S1) thesis, Fakultas Teknik Unpas.

[img]
Preview
Text
cover TA.pdf

Download (36kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (162kB) | Preview
Official URL: http://teknik.unpas.ac.id

Abstract

Kelangkaan sumber air tawar dan kebutuhan akan pasokan air yang berlebih merupakan persoalan manusia pada saat ini. Kelangkaan sumber air tawar membuat manusia berfikir bagaimana cara mendapatkan air bersih, salah satunya dengan cara desalinasi yaitu proses pemisahan garam terlarut dari air hingga level tertentu dengan cara diberikan panas terhadap air laut kemudian hasil penguapan air tersebut diembunkan terlebih dahulu kemudian di tampung untuk kemudian dimanfaatkan oleh manusia. Salah satu proses desalinasi adalah metode Flashing yaitu metode penguapan air secara cepat dalam tabung evaporasi melalui proses throttling. Flashing terjadi ketika kondisi cairan sekeliling berubah secara tiba-tiba menjadi lebih rendah dari pada kondisi jenuhnya akibat perubahan tekanan dan temperatur. Metode Flashing ini akan menghasilkan uap jenuh lebih banyak dari pada proses penguapan sederhana lainya, penguapan pada proses flashing memerlukan sumber panas yang cukup untuk mengubah air menjadi uap jenuh. Sumber panas tersebut dihasilkan dari pembakaran gas LPG. Adapun komponen-komponen utama pada mesin flashing yang digunakan ini yaitu penampungan air umpan, kompor, tabung pemanas, tabung vakum, kondensor, dan nosel. Nosel yang berada di dalam tabung vakum berfungsi untuk menurunkan tekanan air dari pompa diafragma (air umpan) sehingga air yang keluar dari nosel berbentuk kabut. Kondensor yang berada di dalam tabung vakum berfungsi untuk mengubah uap yang dihasilkan menjadi cairan (menurunkan temperatur uap). Tinggi jarak nosel dari kondensor merupakan salah satu variable yang sangat berpengaruh terhadap laju kondensasi. Pengujian tinggi jarak nosel terhadap kondensor ini dilakukan untuk mengetahui berapa banyak laju kondensasi dengan variasi jarak ketinggian nosel terhadap kondensor 40 cm, 45 cm, 50 cm, 55 cm dan 60 cm. Adapun proses pengujian dilakukan sebanyak 5 kali untuk satu variabel tinggi jarak nosel terhadap kondensor. Dari satu data variabel dilakukan dua kali pengujian, pengujian pertama dilakukan selama 70 menit dan pengujian kedua dilakukan sampai kira-kira sudah terjadi keadaan stasioner pada temperatur kabut, sesuai dengan hasil plot dengan Microsoft excel pada pengujian pertama. Pada saat pengujian berlangsung ambil data pengujian dari sensor LM35 menggunakan mikrokontroler arduino uno agar dapat di olah. Dari pengujian yang telah dilakukan didapat hasil sebagai berikut Nilai laju kondensasi yang terbanyak didapat pada tinggi jarak nosel terhadap kondensor 40 cm sebesar 5.368 ml/menit dan nilai laju kondensasi terkecil pada tinggi jarak nosel terhadap kondensor 60 cm sebesar 3.814 ml/menit. Kata kunci : flashing, kondensasi, tinggi nosel

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin 2016
Depositing User: Irwan Kustiawan
Date Deposited: 24 Mar 2016 06:46
Last Modified: 24 Mar 2016 06:46
URI: http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/1428

Actions (login required)

View Item View Item