KONSEKUENSI YURIDIS PEMBATALAN KEBERANGKATAN PENERBANGAN OLEH PT. GARUDA INDONESIA DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG PENERBANGAN JO. UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN

NURHADI PURNOMO, NPM. 101000171 (2016) KONSEKUENSI YURIDIS PEMBATALAN KEBERANGKATAN PENERBANGAN OLEH PT. GARUDA INDONESIA DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG PENERBANGAN JO. UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN. Skripsi(S1) thesis, Fakultas Hukum Unpas.

[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (387kB) | Preview
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (274kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (223kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (239kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (106kB)
[img]
Preview
Text
Full Skripsi.pdf

Download (699kB) | Preview

Abstract

Masyarakat pada era modern saat ini di dalam aktifitasnya dituntut untuk memiliki mobilitas yang tinggi. Pesawat terbang menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sebab memiliki jangkauan yang luas dan waktu tempuh yang cepat. Pada 10 tahun terakhir perusahaan penerbangan telah menjamur dengan cepat dan memberikan implikasi positif bagi masyarakat, namun disisi lain telah menciptakan kompetitif dengan berimbas pada tiket murah dengan pelayanan yang kurang prima. Perusahaan lebih mengedepankan keuntungan tanpa memperhitungkan risiko. Pembatalan penerbangan merupakan salah satu masalah yang sering muncul dari perusahaan penerbangan. Hal ini menimbulkan konsekuensi yuridis berkaitan dengan perlindungan konsumen. PT. Garuda Indonesia pada tahun 2015 ini telah melakukan pembatalan penerbangan. Hal tersebut perlu dikaji dengan metode penelitian bersifat deskriptif analitis dengan pendekatan yuridis normatif dan data dianalisis secara kualitatif. Penelitian terhadap konsekuensi yuridis pembatalan keberangkatan penerbangan oleh PT. Garuda Indonesia dihubungkan dengan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan Jo. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen menghasilkan bahwa; pertama yang sering menjadi faktor terjadinya pembatalan keberangkatan Pesawat Undara PT. Garuda Indonesia adalah faktor cuaca, faktor kesalahan manusia (human error) dan faktor bencana alam; kedua, tanggung jawab PT. Garuda Indonesia terhadap pembatalan keberangkatan ialah dengan cara mengembalikan tiket pesawat bagi penumpang yang tidak akan melanjutkan perjalanannya, memberikan ganti tiket pesawat lain dengan harga dan tujuan yang sama, menunda keberangkatan pada waktu yang lain dengan di fasilitasi gratis penginapan dan makan yang telah disediakan oleh PT. Garuda Indonesia; ketiga, upaya yang dapat dilakukan oleh konsumen akibat adanya pembatalan penerbangan adalah menuntut ganti rugi kepada PT.Garuda Indonesia dengan membuktikan dan memperlihatkan tiket atau surat muatan udara. Kata Kunci : Pembatalan Penerbangan, Perlindungan Konsumen ABSTRACT People in modern society are demanded, in their activities, to highly mobile. Airplane is an alternative to meet the need, since it reaches vast area in fast elapsed time. In the last ten years, airlines companies are spread out fast and give positive implication for the people, however in the other hand, it creates competition implying to the cheap ticket and less prime service. The companies put the profit more without calculating the risk. Cancelling flight is one of the problems often occurring regarding the airlines. It is implying the juridical consequence related to the consumer protection. PT. Garuda Indonesia in 2015 has cancelled some of its flights. It needs to be analyzed with a descriptive analytical method of research through juridical normative approach while the data is analyzed qualitatively. The research on the juridical consequences of the flight cancellation by PT. Garuda Indonesia related to Law No. 1, 2009 concerning Aviation jo. Law No. 8, 1999 concerning Consumer Protection concluded that; first, the factors of the flight cancellation by PT. Garuda Indonesia are weather, human error, and natural disaster; second, the responsibility of PT. Garuda Indonesia for the flight cancellation is by compensating the ticket for the passengers who do not want to continue the flight, substituting to other airplanes ticket with the same price and destination, delaying the flight to other time of departure by providing free lodging and meals; third, the measures taken by the consumers against the cancellation was by demanding the compensation to PT. Garuda Indonesia by providing proof of ticket and air manifest. Keywords: flight cancellation, consumer protection

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum 2010
Depositing User: Ramadhan S -
Date Deposited: 24 Mar 2016 09:41
Last Modified: 24 Mar 2016 09:41
URI: http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/1321

Actions (login required)

View Item View Item