PENJATUHAN PIDANA MATI TERHADAP ANGGOTA TNI INISIAL (MAI) DITINJAU DARI SUDUT PANDANG HAK ASASI MANUSIA

RIVALDY SYAH MALIK, NPM. 121000113 (2016) PENJATUHAN PIDANA MATI TERHADAP ANGGOTA TNI INISIAL (MAI) DITINJAU DARI SUDUT PANDANG HAK ASASI MANUSIA. Skripsi(S1) thesis, Fakultas Hukum Unpas.

[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (171kB) | Preview
[img]
Preview
Text
KATA PENGANTAR.pdf

Download (118kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (338kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (375kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (171kB) | Preview
[img]
Preview
Text
LEMBAR PENGESAHAN DEKAN.pdf

Download (4kB) | Preview

Abstract

Maraknya kasus pembunuhan yang semakin hari semakin memprihatinkan, yang pelakunya tidak hanya masyarakat sipil bahkan tidak sedikit tindak pidana yang pelakunya merupakan oknum aparat Negara khususnya TNI/militer memunculkan keresahan tersendiri di tengah masyarakat. Indonesia sebagai konsekuensi Negara yang menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia harus melindungi dengan sungguh-sungguh hak-hak yang dimiliki oleh masyarakatnya agar tidak terjadi kesewenang-wenangan dan Indonesia sendiri harus memiliki standar Hak Asasi seperti apa yang harus dilindungi dan Hak Asasi seperti apa yang harus dengan tegas dicabut oleh pemerintah. Pertimbangan Hakim menjadi sangatlah penting dan kebijakan hakim pola fikir serta pertimbangan-pertimbangan lainnya menjadi hal penentu di dalam suatu persidangan. Oleh karena itu dalam penelitian ini muncul perumusan masalah seperti landasan dari pertimbangan hakim dalam menjatuhkan hukuman mati kepada oknum TNI MAI, apakah penjatuhan hukuman mati kepada oknum anggota TNI MAI ini memenuhi syarat Hak Asasi Manusia serta upaya apa yang dilakukan oleh institusi TNI untuk meminimalisir kejahatan anggota TNI berdasarkan KUHPM. Menjawab permasalahan tersebut penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif yaitu dengan metode pengumpulan data melalui kepustakaaan, seperti dari buku-buku, jurnal, media cetak, elektronik yang bersifat deskriptif analitis. Kemudian data-data tersebut dikombinasikan dengan teori-teori maupun perundang-undangan yang ada dari refrensi buku, literatur hukum serta karya-karya ilimiah lainnya. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis normatif kualitatif. Hasil penelitian tersebut, maka akan disimpulkan bahwa pelaku telah terbukti melakukan unsur-unsur yang dituntutkan kepadanya, yaitu telah melakukan pembunuhan berencana sesuai dengan Pasal 340 KUHP kepada 3 orang sekaligus yang di dalamnya termasuk janin yang sedang dikandung selama 8 bulan oleh korban bernama sdri. Shinta Mustika. Kemudian hakim mempertimbangkan latar belakang pelaku yang merupakan aparat TNI/militer. Pidana mati tidak bertentangan dengan HAM asalkan syarat dalam pejatuhan hukuman pidana mati tersebut telah dipenuhi, seperti orang tersebut tidak dapat diperbaiki lagi, tidak ada alasan pemaaf dan yang memperingan pelaku selama persidangan berjalan dan telah terbukti melakukan suatu perbuatan pidana yang di dalamnya terdapat hukuman yang terberat yaitu hukuman mati. Upaya yang dilakukan institusi TNI/militer untuk meminimalisir kejahatan yang dilakukan oleh anggota TNI adalah dengan upaya preventif berupa mengeluarkan perintah dan upaya represif seperti menjatuhkan hukuman. Kata Kunci : Pidana Mati, TNI, Pembunuhan, Hak Asasi Manusia

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum 2012
Depositing User: Ramadhan S -
Date Deposited: 19 Sep 2016 18:15
Last Modified: 19 Sep 2016 18:15
URI: http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/12209

Actions (login required)

View Item View Item